July 15, 2024
Inspiration Life Style Medical Uncategorized

Bersama, Perkuat Kolaborasi Antar Anggota JLKI untuk Berperan Aktif dalam Pengawasan Produk Kosmetik di Indonesia

Bekasi – “Apresiasi sebesar-besarnya kepada Bapak Ibu anggota tim JLKI yang telah melaksanakan seluruh kegiatan selama tahun 2023 dengan sangat baik sesuai Plan of Action masing-masing Kelompok Kerja (Pokja)”. Demikian disampaikan Ketua Jejaring Laboratorium Kosmetik Indonesia (JLKI), Susan Gracia Arpan pada pertemuan JLKI di Hotel Avenzel Bekasi, 15 Maret 2024. Pertemuan dihadiri oleh seluruh Ketua Pokja dan para anggota JLKI, yaitu Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Penilaian Kesesuaian BSN, Heru Suseno dan tim; Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu Kementerian Perdagangan, Matheus Hendro Purnomo dan tim; Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kimia, Farmasi dan Kemasan, Kementerian Perindustrian, Siti Rohmah Siregar dan tim; Dwi Lulu Agus Mulyana dari PT Saraswanti Indo Genetech; M. Yusuf Suryanata K dari PT SGS Indonesia; perwakilan Direktorat Registrasi Kosmetik BPOM; perwakilan Biro Kerjasama dan Humas BPOM; serta Tim JLKI BPOM.

“Kita harus menindaklanjuti arahan Plt. Kepala BPOM untuk memperluas kemampuan laboratorium dalam menguji cemaran. Laboratorium eksternal dapat menjadi kolaboran, sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan BPOM dalam menguji cemaran, karena pada kasus cemaran EG/DEG banyak industri yang belum memiliki laboratorium uji”, ungkap Susan Gracia dalam paparannya sebagai Ketua Pokja Pengembangan Metode Analisis. “Pada tahun 2024, akan diselenggarakan uji kolaborasi dalam rangka harmonisasi metode analisis Identifikasi dan Penetapan Kadar EG dan DEG dalam Kosmetik secara GCMS sekaligus sebagai penilaian kinerja laboratorium eksternal terhadap parameter uji tersebut” tutupnya.

Merangkap sebagai Ketua Pokja Peningkatan Kompetensi SDM, Susan Gracia menyampaikan bahwa di tahun 2023 telah dilakukan identifikasi kapasitas laboratorium anggota JLKI dan telah diselenggarakan pelatihan validasi Metode Analisis Penetapan Kadar DEG dalam Pasta Gigi secara Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa. ”Pada tahun 2024 kami akan menyelenggarakan pelatihan validasi Metode Analisis Mikrobiologi”, jelasnya.

Ketua Pokja Harmonisasi Metode Analisis, Heru Suseno memaparkan progres harmonisasi metode analisis menjadi SNI yaitu Identifikasi dan Penetapan Kadar EG dan DEG dalam kosmetik, Mikrobiologi kosmetik-Enumerasi dan deteksi bakteri aerob mesofilik, serta Metode pengujian 1,4 Dioksan secara GCMS-HSS. “Komtek 71-07 kosmetik telah dibentuk pada September 2023 lalu. Komtek ini harus mirroring dengan ISO TC 217 Cosmetics” jelas Heru Suseno. ”Kegiatan yang belum terlaksana di tahun 2023 adalah pelatihan untuk konseptor dan anggota komtek terkait penulisan dan pengembangan SNI”, imbuhnya.
Heru Suseno juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menuntaskan tugasnya melakukan harmonisasi metode analisis 1,4 Dioksan di tingkat ASEAN menjadi ASEAN Cosmetic Method No. 011. Negara-negara ASEAN mengharapkan Indonesia untuk memantapkan eksistensi NKRI di tingkat internasional dengan melanjutkan proses harmonisasi metode analisis 1,4 Dioksan ini menjadi ISO Standard. ”Saat ini, Indonesia sedang berproses menindaklanjuti harapan tersebut melalui pembentukan Tim Expert 1,4 Dioksan dengan Project Leader Prof. Dr. Apt. Abdul Rohman, M.Si., dari Fakultas Farmasi UGM yang akan mempresentasikan metode analisis ini pada sidang Working Group 3 ISO TC 217 Cosmetics yang akan diselenggarakan secara daring pada tanggal 28 Maret 2024”, tutupnya.

”Website JLKI sudah siap, jadi satu dengan website JLPPI, dengan link https://jlppi-jlki.or.id/”, papar Matheus Hendro Purnomo selaku Ketua Pokja Pembangunan dan Pengelolaan Website. Namun saat ini website tersebut belum banyak dikunjungi karena belum di-launching. ”Di tahun 2024 perlu diperbanyak artikel kosmetik agar lebih bermanfaat bagi publik. Mari kita publikasikan bersama website ini, dan perlu juga diperluas dengan media informasi terkini seperti Instagram dan TikTok”, harapnya.

Ketua Pokja Uji Profisiensi, Siti Rohmah Siregar yang akrab dipanggil Bu Lilik memaparkan bahwa kegiatan pokja di tahun 2023 adalah pertemuan-pertemuan pembahasan uji profisiensi. ”Tahun 2024 diusulkan uji profisiensi Identifikasi asam retinoat karena sering dipakai pada preparat untuk kulit terutama untuk pengobatan jerawat. Saat ini banyak dipakai untuk mengatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari (sun damage) dan untuk pemutih’, jelas Lilik. ”Di sisi lain asam retinoat harus diberikan oleh dokter untuk perawatan kulit, bukan sebagai kosmetik. Padahal produk kosmetik, termasuk pemutih wajah yang dijual bebas di pasaran tidak boleh ada kandungan asam retinoat”, imbuhnya. Pada tahun 2024 juga diusulkan uji profisiensi Identifikasi Staphylococcus aureus karena adanya Peraturan BPOM No. 17/2014 yang menyatakan bahwa kosmetika yang diproduksi dan atau diedarkan, selain harus memenuhi persyaratan keamanan, manfaat dan mutu juga harus memenuhi persyaratan cemaran mikroba, salah satunya adalah Staphylococcus aureus harus negatif. Infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada kulit bisa menyebabkan bisul, impetigo, selulitis, dan staphylcoccal scalded skin syndrome.

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video